Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 April 2012

Cara-Cara Hadapi Anak yang Gemar Memukul



MENGHADAPI anak yang gemar memukul perlu dihadapi dengan trik khusus. Agar kebiasaan buruk tersebut tidak menjadi kegemarannya, intip trik berikut ini.

Setiap orangtua tentu selalu ingin memberikan segala hal baik bagi anak. Dan untuk setiap hal buruk, orangtua pasti berusaha menjauhkannya dari anak. Namun, saat orangtua berusaha menjauhkan hal buruk dari anak, tak jarang anak justru menangis, marah hingga bertindak kasar. Sehingga, seringkali pula orangtua malah berbalik marah dan memukul saat menghadapi hal tersebut.

Hal ini merupakan salah satu tindakan keliru yang dilakukan orangtua ketika menghadapi anak yang gemar memukul dan marah. Cara penanganan yang tepat terhadap anak yang gemar bertindak kasar dapat orangtua temukan melalui pemaparan berikut seperti dilansir BoldSky.

- Ketika anak memukul, Anda tidak perlu membalas. Sebab, jika Anda membalas, maka anak akan menganggapnya sebagai candaan. Anda hanya perlu memberi peringatan, misalnya jika anak memukul, maka Anda tidak akan mengajaknya bertamasya. Anda perlu menghadapinya dengan sabar dan penuh kasih sayang.

- Jika anak sangat keras kepala dan tidak terkendali, maka Anda perlu menenangkan anak dengan lembut. Jangan memarahinya, namun ajaklah bicara dengan tenang.

-  Setiap kali anak memukul, yang perlu Anda lakukan hanya menciumnya. Ciuman dapat memberi sebuah kesan dan memerkuat hubungan Anda dengan anak.

-  Jangan biarkan anak bermain games yang berisi kekerasan, misalnya games peperangan atau perkelahian sebab mereka akan mudah meniru adegan kekerasan ini. Untuk mengalihkan hal tersebut, Anda bisa mengajak anak membuat kerajinan tangan atau melakukan kegiatan positif lainnya.

Yang Perlu Dipelajari Suami dari Istri



WALAU berperan sebagai kepala rumah tangga, suami perlu memelajari beberapa hal dari istrinya. Apa sajakah itu?
Setiap hari, Anda belajar banyak hal baru dari orang-orang di sekitar, baik itu rekan kerja, atasan, atau anak-anak Anda. Namun, bagaimana dengan pasangan Anda? Apa yang Anda pelajari dari dia?

Sering kali, para suami melupakan sosok terpenting dalam hidupnya. Padahal, ada banyak hal yang dapat dipelajari suami dari istri tercintanya.

Berikut ini beberapa hal yang dapat Anda pelajari dari istri, seperti dilansir Boldsky.

Multitasking

Jika Anda seorang manajemen profesional atau software engineer yang berpikir multitasking, lebih baik pikirkan kembali. Bagaimana dengan istri Anda? Dia pasti bisa memberikan persaingan pada Anda. Lihatlah, istri Anda merupakan wanita bekerja atau sekaligus merangkap ibu rumah tangga. Bayangkan mereka menangani tekanan pekerjaan di kantor, sekaligus berpikir tentang apa yang akan dimasak untuk makan malam. Ini menunjukkan multitasking wanita lebih baik dari pria.

Berurusan dengan dua keluarga

Menghadapi dua keluarga besar bukan hal mudah, namun wanita dapat mengatasi keduanya dengan baik dibandingkan dengan pria.

Kekuatan untuk beradaptasi

Jika pria belajar hal baru dari wanita, maka pria tidak akan memiliki keluhan dari kehidupan mereka. Kemampuan wanita dalam beradaptasi dalam berbagai hal dapat menjadi referensi bagi pria agar lebih cerdas menghadapi berbagai permasalahan di luar sana.

Keterampilan kuliner

Hal ini adalah poin yang perlu dipelajari suami dari istrinya. Memasak merupakan agenda menyenangkan sekaligus dapat mengusir stres dalam kehidupan. Mengembangkan hobi memasak dapat membuat seseorang bahagia.

Pengorbanan

Meski wanita terdengar melodramatis, tapi Anda harus mengakui bahwa kemampuan wanita untuk menempatkan orang lain di atas diri sendiri merupakan hal yang patut dicontoh. Wanita sering kali rela berkorban untuk pasangannya.

Sinyal-Sinyal Pasangan sedang Bertengkar



ANDA memang sudah menikahi dia. Namun, apakah Anda merasakan pernikahan bahagia bersamanya?

Tentu, setiap pasangan suami-istri akan berusaha meraih bahagia dalam menjalin kehidupan rumah tangga. Bahagia tersebut sesungguhnya dapat muncul melalui cara-cara sederhana.

Untuk mengetahui pernikahan Anda sudah bahagia atau belum, simak tanda-tanda berikut ini, seperti dilansir Boldsky.

Jarang menghubungi pasangan

Jika Anda atau pasangan tetap nyaman tanpa menghubungi satu sama lain secara terus-menerus, itu berarti Anda dan pasangan berada dalam hubungan aman. Hanya pasangan yang mengalami krisis kepercayaan yang sering menghubungi atau menelepon secara terus-menerus.

Makan bersama

Pasangan yang masih bisa menyempatkan waktu untuk bertemu dan makan bersama di tengah kesibukan adalah pasangan yang bahagia. Sarapan bersama di atas ranjang atau makan malam dan berdiskusi tentang banyak hal adalah resep agar perkawinan tetap langeng.

Nyaman dalam keheningan

Apakah Anda dan pasangan masih merasa nyaman walaupun terjebak dalam keheningan? Serta merasa baik-baik saja walaupun di antara kalian tidak saling bicara dan hanya diam? Jika ya, ini adalah salah satu tanda bahwa Anda dan pasangan sudah saling merasa nyaman. Bila Anda atau pasangan memaksa diri berbicara untuk menutupi keheningan, hal itu adalah tanda kecemasan dan ketidaknyamanan.

Waktu bersama

Walaupun setiap hari selalu disibukkan dengan tugas kantor, Anda tetap perlu menyediakan waktu untuk pergi bersama pasangan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hubungan Anda dengan pasangan.

Berani jujur


Jika Anda berani berkata jujur (berani memberi kritik dan saran) pada pasangan mengenai beberapa hal yang salah, Anda dan suami adalah pasangan yang sempurna.

Berjuang mempertahankan hubungan sampai akhir usia


Pasangan yang bahagia mampu bertahan untuk tetap bersama ketika berhadapan dengan masalah dan pertengkaran. Sebesar apapun masalah yang menghadang, jika mereka adalah pasangan sempurna, tetap dapat bertahan sampai akhir usia.

Tip-Tip Kenalkan si Kecil pada Pekerjaan Rumah



MENGENALKAN sikap tanggung jawab pada anak dapat dilakukan dengan cara mudah, salah satunya mengenalkan pekerjaan rumah sejak dini.

Apakah anak Anda sering membantu di rumah? Jika belum, yuk libatkan mereka dengan tugas-tugas tersebut sejak dini. Banyak orang setuju bahwa melibatkan anak dalam membantu tugas rumah dapat membiasakan mereka mengenal sikap tanggung jawab. Kuncinya, ajak mereka mengenalkan tugas tersebut dengan cara yang menyenangkan. Berikut adalah beberapa ide yang dapat dilakukan, seperti dilansir Babble.

Kaus kaki putih


Anda dapat menggunakan kaus kaki warna putih sebagai pembersih. Bilang pada anak siapa yang mengumpulkan lebih banyak debu atau membuat kaus kaki paling kotor, dialah pemenangnya.

Mencuci baju


Ketika cucian selesai dan kering, ajaklah anak Anda untuk mengumpulkan dan mencocokkan kaus kaki sebanyak mungkin dalam batasan waktu tertentu.

Me
ncuci piring

Ajak anak mencuci peralatan makan. Biarkan anak memisahkan peralatan makan dan menaruhnya di lemari peralatan.

Membuang sampah


Buatlah lomba dengan anak-anak siapa yang dapat paling banyak mengumpulkan dan membuang sampah ke tempat sampah tanpa menjatuhkannya

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More