Tampilkan postingan dengan label Wawasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wawasan. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 April 2012

Penemuan Ikan Terbaru Menyerupai Monster !


Satu lagi ikan aneh yang ditemukan, sebelumnya di China (baca Ditemukan Ikan Alien Di Danau Bawah Tanah) kali ini berada di perairan yang dalam tepatnya lepas pantai Tasmania - sekitar 9.600 kilometer jauhnya. Namun ikan ini adalah paling mengerikan di dunia.

Dari laporan peneliatian ahli Amerika, Ikan Blobfish saat ini menjadi hantu bagi penduduk. Seperti yang dapat Anda lihat dari foto, ikan blobfish (Psychrolutes marcidus) adalah ikan yang paling mengerikan di dunia.

Ikan yang bisa melompat dan sebesar ikan mas ini bisa menghisap darah dan membuat cacat tubuh bila digigitnya. Apalagi lendirnya sangat berbahaya. Tapi ada sesuatu yang lebih buruk lagi. Wajahnya.

Kebanyakan ikan tidak punya wajah. Anda pernah mendengar orang merujuk kepada "mata ikan" atau "bibir ikan,".

Penemuan Ikan Yang Paling Mengerikan Di Dunia
Tapi sebenarnya blobfish memiliki wajah. Bukan wajah ikan, tetapi wajah manusia, lengkap dengan bibir dan besar, hidung bulat.

Sebuah blobfish tampak seperti lemak, dan mungkin sangat cerdas. Dan karena itu sangat berbahaya.

"Itu kotor!" kata seorang editor surat kabar Amerika ang tidak percaya seperti dikutip koran Los Angeles Times. Tapi begitu ia melihat foto-foto, ia mulai terlihat mengetukkan jari tangan kanannya.

Beberapa ahli biologi kelautan bisa meyakinkan bahwa hidup blobfish jauh di dalam perairan di lepas pantai Tasmania - sekitar 9.600 kilometer jauhnya - dan bisa dipastikan tidak pernah menemukan jalan ke Chicago kapal sungai atau kanal.

Namun bisa saja ikan masuk melalui sungai kemudian mencari darah manusia dan masuk melalui kran air kemudian menggigit saat orang tidur

Jangan Menimbun dan Membakar Sampah Plastik !



Sampah plastik yang ditimbun di dalam tanah atau dibakar bisa mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan. Untuk mengurangi dampak negatif dari penggunaan plastik, sampah plastik hendaknya dimanfaatkan kembali atau didaur ulang.

Silvy de Rosan, 24 tahun, warga Kompleks PWI, Cipinang Muara, Jakarta Timur, memiliki kebiasaan khusus. Seusai berbelanja di supermarket, dia mengumpulkan kantong-kantong plastik (keresek) bekas wadah belanjaan.

Kantong plastik berukuran besar biasanya dia gunakan sebagai penampung sampah dapur. Begitu dipenuhi sampah, kantong itu dia letakkan di depan rumah untuk diambil tukang sampah yang biasanya berkeliling kompleks rumahnya. Sedangkan kantong plastik yang ukurannya lebih kecil biasanya dia gunakan kembali untuk berbagai keperluan, seperti membawa bingkisan atau membawa tempat makanan.

Tidak hanya keresek bekas yang dimanfaatkan Silvy, botol plastik bekas wadah air mineral atau minuman jus buah pun dia optimalkan penggunaannya. Botol air mineral, misalnya, dia gunakan sebagai media tanam sementara tanaman obat, sementara botol bekas minuman jus dipakai Silvy untuk wadah hiasan kerang dan pasir laut yang dia ambil saat berlibur di pantai.

"Untuk plastik kemasan makanan, langsung saya buang ke tempat sampah, juga botol plastik yang tidak bisa difungsikan lagi. Sebenarnya sayang membuang sampah plastik, tetapi saya ndak tahu ke mana dan bagaiman cara yang tepat untuk menyimpan atau mengolahnya," ujar Silvy.

Berbeda dengan Silvy, Krisna Ningsih, warga Kramat jati, Jakarta Timur, memilih memberikan botol-botol tersebut kepada pemulung atau pengumpul koran bekas yang kerap lewat di depan rumahnya. Sebelumnya, perempuan berusia 34 tahun itu mengumpulkan botol-botol bekas tersebut hingga jumlahnya cukup banyak.

Dalam pandangan Alfred Sitorus dari Green Club International, sebuah lembaga nonprofit yang giat mengampanyekan lingkungan hijau, cara-cara penyimpanan atau pemanfaatan , sampah-sampah plastik seperti yang dilakukan Silvy dan Krisna tersebut terbilang positif. Memanfaatkan sampah plastik dinilai lebih bijaksana ketimbang membakar atau menimbunnya di dalam tanah.

Meski demikian, langkah-langkah itu dianggap belum bisa mengatasi persoalan sampah plastik secara menyeluruh. Pasalnya, sampah-sampah plastik berukuran kecil tetap masuk ke keranjang sampah. "Plastik yang menjadi sampah itulah yang menjadi masalah bagi lingkungan hidup," ujar Alfred.

Menurut Alfred, semua jenis sampah plastik memiliki nilai ekonomi dan bisa digunakan kembali untuk keperluan lain, namun nilainya beragam, bergantung pada ukuran dan bentuk sampah plastik tersebut. "Hal yang jadi persoalan, tidak ada edukasi kepada masyarakat bahwa semua plastik memiliki nilai ekonomi sehingga wawasan berpikir masyarakat ndak terbuka," ungkapnya.

Lebih lanjut, Alfred menyatakan seandainya masyarakat mendapatkan pemahaman memadai bahwa plastik mendatangkan keuntungan ekonomi, tentu mereka tidak akan membuang plastik-plastik bekas itu ke tempat sampah. Selain itu, untuk menstimulus warga tidak membuang sampah plastik, pemerintah provinsi (pemprov) seharusnya memberi insentif kepada warga yang tidak membuang sampah plastik atau zero waste. Bentuk insentif itu, menurut Alfred, salah satunya dengan pembebasan retribusi sampah.

Dampak Negatif Langkah-langkah yang diambil tersebut bertujuan untuk mengurangi dampak negatif sampah plastik terhadap lingkungan. Peneliti dari pusat penelitian kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Agus Haryono, mengatakan plastik merupakan bahan yang sulit terurai di alam. Kalaupun bisa terurai, dibutuhkan waktu puluhan, bahkan ratusan, tahun lamanya.

Awalnya, plastik diolah dari minyak bumi yang kemudian menghasilkan monomer yang terdiri dari unsur karbon, oksigen, dan hidrogen. Monomer itu kemudian diubah menjadi polimer dan dikenal dengan sebutan plastik. Sejak diproduksi secara besar-besaran pada 1940, kegunaan plastik untuk pelbagai keperluan, telah menjadikan plastik sebagai sesuatu yang penting dalam kehidupan masyarakat dunia. Tahun ini, diperkirakan lebih dari 300 juta ton plastik diproduksi di dunia.

Plastik jenis polystyrene yang biasanya digunakan sebagai bahan pembuatan styrofoam merupakan plastik yang paling sulit terurai. Bayangkan, proses penguraian plastik jenis itu bisa mencapai 1.000 tahun! Tidak hanya sulit terurai di alam, styrofoam yang kerap digunakan sebagai wadah makanan ternyata membahayakan kesehatan. Pasalnya, salah satu zat pembuat styrofoam, yaitu benzena, yang notabene merupakan bahan karsinogeik (mengandung racun)

akan meleleh dan bereaksi secara kimia apabila terkena panas atau asam. Lelehan tersebut akan berpindah ke makanan yang diletakkan di dalamnya yang kemudian bisa saja ikut terkonsumsi oleh manusia. Selain berdampak buruk terhadap kesehatan, sampah plastik menyebabkan kerusakan lingkungan. Plastik yang ditimbun di dalam tanah akan mengganggu kesuburan tanah. Bahannya yang tidak bisa terurai akan menahan pertumbuhan akar tanaman.

Proses pengambilan oksigen oleh tanah pun akan terhambat sehingga tanah tidak lagi gembur. Menimbun sampah plastik di dalam tanah hanya akan menimbulkan persoalan. Selain menurunkan kualitas tanah, sampah plastik mencemarkan air tanah akibat terserapnya zat-zat kimia yang terkandung dalam plastik.

Menurut Kepala Subbidang Pengelolaan Sumber Daya Sampah dan Limbah Bahan Beracun Berbahaya (B3) Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Pemprov DKI Rosa Ambarsari, keberadaan sampah plastik memang telah mengganggu lingkungan. Apalagi ditambah dengan perilaku masyarakat yang kerap membuang sampah ke saluran air termasuk sungai. Pembuangan sampah plastik yang sembarangan itu menjadi salah satu penyebab banjir. "Berbeda dengan sampah organik yang di sungai bisa terurai, sampah plastik sama sekali tidak bisa terurai sehingga menyumbat saluran air," kata Rosa.

Sebaiknya sampah plastik juga tidak dibakar karena pembakaran tersebut akan menghasilkan zat dioksin dan furan. Apabila terhirup manusia, kedua zat itu bisa memicu timbulnya penyakit kanker. Lantas, bagaimana penanganan sampah plastik yang paling tepat? Menurut Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Eko Bahruna, penanganan itu harus dilakukan mulai dari hulu ke hilir.

Sebelum diolah, sampah-sampah itu harus dipilah-pilah antara sampah organik dan nonorganik yang salah satunya berupa plastik. Pemilahan tersebut, menurut Eko, idealnya dilakukan dari rumah tangga. "Kami menangani bagian hilir, yakni mengolah sampah-sampah plastik itu," paparnya.

Sayangnya, hingga saat ini, di bak-bak truk pengangkut sampah, baik sampah organik maupun nonorganik masih dijadikan satu. Selain itu, belum diaplikasikan teknologi yang bisa mengolah sampah plastik menjadi bijih-bijih plastik langsung di tempat pembuangan akhir.

Inilah Rahasia Dibalik Nomor KTP Indonesia




Bagi anda yang telah berumur 17 tahun atau lebih pasti anda telah memiliki atau paling tidak telah mengetahui apa itu KTP (Kartu Tanda Penduduk). Tapi mungkin kebanyakan dari anda belum mengetahui kalau hanya dari nomor yang terdapat di KTP anda, dapat menunjukkan dengan pasti dimana anda tinggal, jenis kelamin anda dan tanggal lahir anda. Sekali lagi saya tekankan hanya dari nomor saja tanpa melihat keterangan lain yang terdapat pada KTP anda.

Nomor KTP, disadari ataupun tidak, merupakan nomor yang begitu penting bagi warga Indonesia. Mungkin nomor KTP anda lebih penting bila dibandingkan nomor rekening bank anda. Tiap ada formulir yang mesti diisi oleh masyasarat, biasanya ada kotak tempat pengisian nomor KTP, entah itu formulir untuk penggantian kartu ATM, membuka rekening bank, membuat SIM ataupun formulir yang lain. Singkatnya, nomor KTP sangat penting bagi kita semua sebagai warga Negara Indonesia.


Nomor KTP yang kita miliki mempunyai 16 digit bilangan yang tersusun sebagai berikut:
PPKKCC.HHBBTT.RRRR

Keterangan Nomor KTP

PP adalah nomor kode Provinsi tempat dimana diterbitkannya KTP.
KK adalah nomor kode Kabupaten/Kota tempat dimana diterbitkannya KTP.
CC adalah nomor kode Kecamatan tempat dimana diterbitkannya KTP.

HH adalah tanggal hari lahir dari pemilik KTP.
BB adalah bulan lahir dari pemilik KTP.
TT adalah tahun lahir dari pemilik KTP.

RRRR adalah nomor registrasi yang tertera saat pengajuan pembuatan KTP (Register Number).
Nomor kode wilayah baik Provinsi, Kabupaten/Kota dan Kecamatan, masing-masing diambil dari nomor kode wilayah yang berdasarkan sistem klasifikasi dari Badan Pusat Statistik (BPS). Jadi misalkan, bila anda mengajukan permohonan pembuatan KTP di kecamatan Menteng, Jakarta Pusat. Maka 6 digit pertama pada nomor KTP anda adalah 317302. Dimana angka 31 menunjukkan kode wilayah Provinsi D.K.I. Jakarta, selanjutnya angka 73 menunjukkan kode wilayah Kota Jakarta Pusat dan angka 02 menunjukkan kode wilayah Kecamatan Menteng.

6 digit selanjutnya yang bertanda HHBBTT adalah tanggal, bulan dan tahun lahir dari pemegang KTP. Untuk 2 digit HH yang menunjukkan tanggal kelahiran terdapat sedikit perlakuan khusus. Dimana bila pemegang KTP adalah wanita maka tanggal lahirnya akan ditambahkan dengan 40. Alasan ditambahkan angka 40 adalah agar memberi perbedaan yang jelas. Dengan jumlah hari dalam satu bulan yang maksimal berjumlah 31, maka diambil bilangan yang lebih besar dari itu untuk memberikan perbedaan yang jelas. Misalkan jika ditambah dengan angka 20, seorang perempuan yang lahir di tanggal 5 jika ditambahkan 20 akan menjadi 25 yang akan rancu dengan seorang laki-laki yang lahir pada tanggal 25.

Sedangkan angka yang diambil untuk bagian TT adalah 2 digit terakhir dari tahun kelahiran pemegang KTP. Jadi bila pemegang KTP lahir pada 17 Agustus 1975 maka enam digit HHBBTT akan tertulis dengan angka 170875 bila ia laki-laki dan 570875 bila ia seorang perempuan.

4 digit terakhir bertanda RRRR adalah nomor registrasi. Ini adalah nomor yang tertera saat pengajuan pembuatan KTP. Nomor inilah yang menjaga agar tidak ada 2 orang yang yang tinggal di daerah yang sama serta memiliki jenis kelamin dan tanggal lahir yang sama mempunyai nomor KTP yang sama. Jadi kalau misalnya setelah si A terdaftar, ternyata ada orang lain lagi di Kecamatan tersebut yang ternyata mempunyai tanggal, bulan dan tahun yang sama persis dengan si A dan berjenis kelamin yang sama pula maka dia akan mempunyai nomor registrasi yang berbeda untuk membedakannya dengan si A.

Bagi anda yang ingin mengetahui kode wilayah Kecamatan, Kabupaten/Kota dan Provinsi tempat dimana anda tinggal, anda dapat melihat langsung di Daftar Kode Wilayah ini setelah mendownloadnya. Saya jelas tidak dapat membaginya di posting ini karena banyaknya jumlah Kecamatan di Negara kita ini. Mungkin akan terdapat sedikit perbedaan karena data tersebut adalah data tahun 2008. Seperti kita ketahui banyak pemekaran wilayah yang terjadi akhir-akhir ini, yang mungkin saja menyebabkan perbedaan data tersebut dengan data pada saat ini.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More